Langsung ke konten utama

Medical Information

Info Medis

Operasi revisi mata2022.09.21

'Jumlah operasi berbanding lurus dengan tingkat kesulitan' Revisi kelopak mata ganda harus dilakukan dengan sangat berhati-hati

Klinik Bedah Plastik SH

[Medical Tribune] Mata adalah bagian yang menentukan kesan seseorang, dan memiliki kelopak mata ganda dapat memberikan kesan yang relatif lebih tegas. Inilah alasan mengapa orang melakukan operasi kelopak mata ganda untuk memperbaiki bentuk mata yang kecil atau tampak sayu.

Operasi mata kini telah menjadi operasi plastik yang populer. Bukan hanya untuk tujuan estetika, operasi bentuk mata juga dilakukan jika kelopak mata turun akibat ptosis sehingga bulu mata menusuk ke dalam.

Seiring meningkatnya permintaan operasi kelopak mata ganda dibandingkan masa lalu, kasus operasi revisi juga kian bertambah. Penyebab operasi revisi antara lain lipatan yang terlepas, asimetris, ketidakpuasan terhadap hasil operasi, serta lipatan kelopak mata yang terlalu tipis atau terlalu besar dan tinggi.

Khususnya kelopak mata ganda yang dibuat lebih tinggi dari garis mata alami, pembengkakannya sering kali tidak mereda meski sudah lama dioperasi atau garisnya menjadi terlalu tebal, yang sering disebut sebagai 'mata sosis'.

Mata sosis terjadi ketika garis kelopak mata ganda dibuat berlebihan tanpa mempertimbangkan karakteristik masing-masing individu. Jika kelopak mata ditekan dan dijahit terlalu kuat melebihi yang diperlukan, atau lipatan dibuat di posisi yang tidak tepat, jarak antara garis kelopak mata dan tepi mata menjadi lebar sehingga terbentuk jaringan yang membengkak besar menyerupai sosis.

▲ dr. Kim Sung-hoon, Direktur Klinik Bedah Plastik SH

Pada kondisi ini, para ahli menyatakan bahwa diperlukan operasi revisi untuk menurunkan kembali garis kelopak mata ganda. Menurut dr. Kim Sung-hoon dari Klinik Bedah Plastik SH, jenis operasi pembentukan mata harus dipilih berdasarkan metode yang paling tepat setelah memeriksa keberadaan garis kelopak mata ganda, struktur bentuk mata, kondisi lemak, serta kulit.

Pasien pun harus mengamati secara saksama kesan dan bentuk mata yang diinginkan, kemudian berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk memilih desain yang cocok. Hal ini juga berlaku sama saat menjalani operasi revisi mata.

dr. Kim mengatakan, "Operasi revisi harus didekati dengan lebih teliti dan berhati-hati." Selain memahami poin ketidakpuasan dan penyebab kegagalan pada operasi pertama, konsultasi yang sistematis dan menyeluruh juga merupakan hal yang mutlak.

Jika mengalami mata sosis, perlekatan jaringan yang berlebihan harus dilepaskan secara presisi, sehingga sangat penting untuk memastikan pengalaman tim medis dalam koreksi bentuk mata dan operasi revisi mata, serta sistem perawatan pascaoperasi yang sistematis. Mengingat jumlah operasi berbanding lurus dengan tingkat kesulitan operasi, memilih rumah sakit yang dapat menganalisis penyebab kegagalan secara akurat juga sangatlah krusial.

dr. Kim menegaskan, "Operasi kelopak mata ganda adalah operasi yang rumit karena harus mempertimbangkan secara komprehensif berbagai faktor pada setiap orang, seperti ketebalan kulit kelopak mata, kekuatan otot mata, karakteristik struktur tulang di sekitar mata, dan sisa kelonggaran kulit. Jika hal tersebut diabaikan, kondisi seperti mata sosis dapat terjadi dan menjadi pemicu dilakukannya operasi revisi."

Sumber: Medical Tribune (http://www.medical-tribune.co.kr/news/articleView.html?idxno=109560)

Info medis berikutnya

[Lihat detail]